Home Theater

Pentingnya tahap perencanaan dalam membangun Home Theater kelas dunia

by Laalaa on Jun.05, 2009, under Home Theater Advice

Pentingnya tahap perencanaan


Berjalan – jalan di tepi pantai saya sering teringat masa kecil saya saat saya bermain – main di pantai. Kala itu saya terobsesi untuk membuat sebuah benteng yang dibuat dari pasir laut, seperti yang sering saya lihat di film atau buku komik. Awalnya saya membuat benteng tanpa persiapan apapun juga, ketika kami sekeluarga berpiknik ke tepi pantai, saya mencoba membuat sebuah benteng hanya dengan tangan kosong, hasilnya hanyalah bukit pasir. Setelah beberapa kali mencoba akhirnya saya menyerah, dan mulai berpikir: ”Saya gagal membuat sebuah benteng pasir apa karena saya tidak mempunyai alat yang seperti saya lihat di film atau di buku komik, yaitu ember dan sekop?” Saat itu umur saya sekitar 9 tahun.

Setelah lewat beberapa tahun saya melihat di sebuah toko kelontong ada yang menjual peralatan pantai yang terdiri dari ember, sekop, dan peralatan bantu lain yang sepertinya cocok untuk membantu saya mewujudkan membuat sebuah benteng pasir yang indah dan kokoh. Dengan bermodalkan rayuan gombal saya berhasil membujuk orang tua saya untuk membelikan saya perlengkapan pantai tersebut. Setelah saya menunggu dengan tak sabar akhirnya kami sekeluarga dapat pergi berpiknik kembali di tepi pantai. ”Kali ini saya pasti dapat membangun sebuah benteng pasir yang indah”, saya bergumam dalam hati.

Sesampainya di lokasi piknik saya bergegas mencari lokasi yang terbaik untuk mendirikan sebuah benteng yang selama ini saya damba – dambakan. Setelah menemukan lokasi yang baik saya memulai proyek pembangunan benteng pasir dengan membuat pilar pengawasan empat penjuru. Pilar pertama saya buat dengan mengisi penuh ember dengan pasir. Setelah ember tersebut penuh saya saya balikan ember tersebut dan terbentuklah pilar pengawas yang kokoh. Demikian selanjutnya saya membangun ketiga pilar lainnya. Setelah empat pilar berdiri saya mulai kebingungan untuk melanjutkan proyek pembangunan, bagaimana membangun tembok, seberapa tinggi, seberapa tebal, bagaimana membangunnya. Saya mencoba membangun sebuah tembok tetapi karena tidak ada konsep kerja yang jelas dalam pikiran saya, tembok berdiri tidak proporsional, tidak berbentuk tembok, dan juga merusak pilar pengawas yang sebelumnya saya bangun. Setelah mencoba beberapa kali, akhirnya saya menyerah untuk kedua kalinya dalam mewujudkan proyek impian saya yaitu membangun sebuah bangunan pasir yang indah di tepi pantai. Kala itu saya berumur sekitar dua belas tahun.

Setelah lulus kuliah saya sempat menonton sebuah film yang menceritakan sebuah keluarga yang pergi berlibur selama dua minggu di sebuah villa di tepi pantai. Salah satu acara favorit keluarga tersebut selama mereka menghabiskan liburan di villa tersebut adalah lomba membuat bangunan pasir dengan keluarga lain yang kebetulan juga berlibur di lokasi yang sama. Pada film tersebut saya melihat sang ayah mengeluarkan blue print design bangunan pantai yang di buat secara profesional dan mulai membahas dengan anak istrinya. ”Wah…ternyata membuat sebuah bangunan pasir yang indah, kita harus memulai dengan sebuah gambar kerja yang benar”, gumam saya dalam hati sambil terus menonton film tersebut.

Memilih tim design dengan benar

Apabila anda memiliki sebuah impian untuk membangun sebuah ruangan hiburan yang terintegrasi di rumah anda dengan anggaran yang cukup besar, sebaiknya anda memulainya dengan mencari team design yang benar. Dengan memiliki tim design yang benar anda dapat menghemat waktu, tenaga dan anggaran di sertai dengan hasil yang benar yang sesuai dengan isi hati, gaya hidup dan cita rasa anda pribadi atau anda sekeluarga.

Komunikasi Awal

Anda bisa memulai tahapan ini dengan memanggil beberapa tim design yang anda tahu atau anda kenal, atau yang di referensikan oleh kawan anda atau toko audio video kenalan anda. Saya menyarankan anda untuk melakukan komunikasi awal dengan dua atau tiga designer sebelum memutuskan kepada siapa anda akan menyerahkan tanggung jawab pembangunan proyek idaman anda.
Jelaskan kepada designer – designer tersebut kriteria – kriteria yang anda ingini, anggaran yang anda miliki dan batasan – batasan yang mungkin ada. Dari komunikasi awal dengan dua atau tiga designer ini, anda akan mengetahui tim design mana yang paling cocok untuk bekerja sama dengan anda.

Beberapa masalah biasanya timbul pada tahapan ini untuk itu berikut adalah saran dari saya. Pikirkan dengan masak – masak rencana anggaran anda, kriteria design dan kualitas serta batasan – batasan yang anda miliki dan jelaskan secara rinci hal tersebut dengan designer anda. Kedua jangan langsung menunjuk designer A atau B sebelum melakukan komunikasi awal dan melakukan studi banding dan kelayakan dengan dua atau tiga pembanding.

Kualifikasi designer

Adalah merupakan hak anda untuk mengetahui kualifikasi designer yang akan anda ajak kerja sama. Kualifikasi apa saja yang mereka miliki seperti portofolio design dan pekerjaan, pendidikan formal dan non formal dalam bidang home entertainment design, apakah designer tersebut seorang one man show atau memiliki sebuah tim design yang terdiri dari beberapa tenaga ahli. Mulailah dengan menyelidiki cita rasa mereka, strong point mereka dan keterbatasan mereka.

Designer yang akan anda ajak kerja sama biasanya juga mematok tarif design yang nilai berbeda – beda satu dengan yang lainnya. Ada yang mematok tarif yang luar biasa tinggi dan ada pula yang memberikan jasa design secara gratis apabila membeli barang – barang melalui mereka. Tetapi sekali lagi tarif honor bukanlah sebuah patokan pasti kualifikasi seorang designer atau tim designer.

Tahap Perencanaan

Apabila anda sudah menetapkan pilihan anda pada designer tertentu maka kita masuk pada tahap perencanaan. Tahap perencanaan di mulai dengan perencanaan ruangan, perencanaan peralatan serta perencanaan instalasi. Pada tahap perencanaan ini, biasanya ada beberapa hal yang membutuhkan penyesuaian atau kompromi. Terkadang kita harus melakukan kompromi terhadap penampilan interior apabila kita menginginkan speaker merk A yang di mana menuntut set up perletakan yang membuat pemandangan di ruangan tersebut menjadi tidak lapang, tetapi speaker tersebut adalah merk idaman anda atau anak anda.

Setelah anda dan desainer anda merundingkan segala aspek perencanaan, designer biasanya akan memberikan sketsa atau gambar lay out ruangan yang menggambarkan penempatan peralatan dan furniture. Beberapa saran untuk melakukan pemeriksaan lay out ruangan adalah: perhatikan alur lalu lintas orang dan barang pada ruangan tersebut, perhatikan lokasi duduk atau berdiri pada ruangan tersebut terhadap layar dan speaker, perhatikan posisi – posisi penempatan peralatan. Semakin mendetail pemeriksaan anda terhadap design yang di sodorkan semakin sempurnalah hasil akhir ruang hiburan anda.

Sesudah anda memeriksa perencanaan lay-out ruangan, maka tahap kedua adalah pemeriksaan skematik instalasi peralatan. Beberapa saran untuk melakukan pemeriksaan skematik instalasi peralatan adalah perhatikan konektifitas perkabelan antar peralatan, jalur perkabelan, dan yang terpenting adalah pemaksimalan fungsi alat pada instalasi tersebut. Sebagai contoh peralatan anda telah support format video 1080p tetapi anda masih menggunakan kabel standar sehingga anda tidak dapat menikmati kualitas video High Definition.

Design lay out ruangan serta perencanaan instalasi peralatan adalah hal yang basic yang umum di laksanakan oleh designer, untuk beberapa designer yang lebih advance mereka memiliki pelayanan design tambahan seperti perencanaan pencahayaan, gambar 3D interior design ruang tersebut, analisa dan perhitungan akustik dan lain – lain.

Proses pekerjaan

Apabila anda sudah puas dan yakin dengan konsep design yang telah anda buat bersama dengan designer anda, kini anda masuk dalam tahapan memulai pekerjaan. Umumnya peran designer pada tahapan ini adalah sebagai koordinator pelaksanaan pekerjaan dan melakukan kontrol kualitas untuk tahapan pekerjaan yang harus sesuai dengan konsep rencana awal. Untuk hasil kerja yang sempurna biasanya dalam proses pekerjaan designer boleh melakukan penyesuaian design yang sesuai dengan persetujuan pemilik.


Penyempurnaan pekerjaan dan kalibrasi

Selesailah sudah proyek ruangan hiburan yang anda idamkan selama ini, sekarang saatnya melakukan final checking fisik pekerjaan. Final checking fisik pekerjaan meliputi pekerjaan konstruksi dan interior ruangan, instalasi kabel listik dan koneksi antar perangkat elektronik. Designer akan melakukanlah pendataan hasil final checking fisik pekerjaan dan membuat perencanaan pekerjaan perbaikan apabila di rasa perlu.

Setelah melakukan final checking fisik, tahap kedua adalah final checking fungsi peralatan yang meliputi pengetesan setiap fungsi perangkat sistem tersebut yang mana harus dapat di operasikan sesuai dengan buku petunjuk perangkat tersebut. Pada tahapan ini designer akan melakukan hal seperti diatas dan apabila kerusakan dikarenakan hal teknis perangkat maka designer akan menghubungi pihak dealer peralatan tersebut untuk meminta dukungan teknis.

Tahap terakhir adalah kalibrasi audio dan visual yang mana anda dan designer anda akan duduk bersama – sama untuk menilai kualitas audio dan visual yang ada sebelum di kalibrasi dan setelah dikalibrasi.

Penutup

Dari ilustrasi di atas kita dapat memahami pentingnya seorang designer elektronik untuk mewujudkan impian anda. Kembali kepada obsesi saya yang sampai saat ini belum berhasil saya wujudkan yaitu membangun sebuah bangunan pasir yang saya idam – idamkan, saya terpikir mungkin bukan saatnya untuk saya belajar membuat sebuah bangunan pasir tetapi saya dapat mencari seorang konsultan yang dapat membantu saya untuk mewujudkan impian saya.

Herwin Gunawan

Leave a Comment : more...

Check List Perencanaan membangun sistem Home Theater

by Laalaa on Jun.05, 2009, under Home Theater Advice

Check List Perencanaan Home Theater

Dalam majalah sering kita lihat ilustrasi home theater hasil design dalam dan luar negeri yang membuat kita tergiur. Saya yakin bahwa beberapa pembaca ingin juga merancang dan mengalami sendiri untuk merancang ruangan home theater /audio di rumah. Tapi untuk merancang sendiri home theater tidak semudah menjiplak gambar yang ada dan memasangkan diruangan, diperlukan pula perhitungan dan ketelitian yang cermat untuk mewujudkan rencana dengan kesempurnaan akustik dan estetika.

Pada tulisan ini saya ingin memperkenalkan Vokuz Cineplan yaitu panduan perhitungan dan perencanaan ruangan home theater. Vokuz Cineplan terdiri dari 9 langkah yaitu:

1. Mengatur posisi

Dalam langkah ini yang perlu di atur adalah posisi duduk yang optimal, letak speaker dan peralatan. Setelah itu pengaturan delay dan besaran volume untuk tiap channel.

Check List point 1:
· Bentuk ruangan persegi panjang, trapezium, sebagian terbuka, sebagian tertutup?
· Apakah speaker, kabel speaker dan power amp yang digunakan satu jenis atau berlainan jenis?
· Apakah jarak center speaker, front speaker dan surround speaker sama atau lain?
· Apakah SPL yang keluar dari tiap speaker di terima sama besar di posisi duduk?

2. Menentukan titik pantul
Suara yang sampai ke telinga kita selain datang dari speaker datang pula dari pantulan dinding, lantai dan langit – langit. Untuk menentukan titik pantul anda dapat memakai sebuah cermin dan bantuan teman. Tandai titik pada dinding, lantai dan langit – langit diposisi anda duduk jika anda dapat melihat speaker. Pada titik inilah anda membutuhkan material peredaman.

Check List point 2:
· Berapa kali pantulan yang anda dengar di ruangan?
· Berapa lama delay(ms) pantulan pertama, kedua dan berapa besar?
· Apakah volume ruangan anda kurang dari 20m3 atau lebih?
· Apakah material pada titik pantul? Dinding? Karpet? Keramik? Gipsum?
· Berapa banyak titik pantul?

3. Menghitung karakter gema ruangan

Anda dapat mengetes gema pada ruang dengan tepukan tangan. (berepa besar pantulan dan berapa kali)

Pertama: Hitung volume ruangan anda
Kedua: Buat tabel luas permukaan dinding/lantai/langit-langit
Ketiga: Buat tabel luas permukan x koefisien pantulan tiap bahan
Keempat: Buat grafik karakter gema ruangan

Check List point 3:
· Dari tabel perhitungan pada frekuensi berapa pantulan dominan dan pada frekuensi berapa pantulan zero?
· Berapa besar nilai perlambatan pantulan untuk tiap frekuensi suara (microsecond)?

4. Perencanaan Akustik

Payahnya tiap permukaan material memiliki karakter pantulan/serap yang berbeda. Pada umumnya nada rendah cenderung dipantulkan oleh semua jenis bahan dan kalau kita memakai peredam pada keseluruhan dinding, lantai dan langit – langit yang terjadi adalah peredaman energi untuk nada tinggi dan nada rendah kurang teredam. Karenanya diperlukan perencanaan akustik yang tepat sehingga frekuensi yang berlebihan di serap (absorb) dan frekuensi yang kurang di sebar(diffuser)

Check List point 4:
· Pada titik mana yang harus di berikan akustik serap dan pada titik mana yang harus diberikan akustik sebar?
· Buatlah pola – pola asimetris yang meminimalkan efek ping pong pada ruangan.
· Bahan apa yang harus dipakai dan sistem pemasangannya?

5. Perencanaan design

Dalam melakukan perencanaan akustik janganlah lupa tentang perencanaan tema ruangan, warna, efek lampu, sofa. Untuk warna dinding sebaiknya pakai warna yang agak gelap untuk menghindari distorsi pada projector.

Check List point5:
· Apakah design yang diterapkan cocok dengan kepribadian anda?
· Apakah design yang diterapkan cocok dengan karakter rumah anda?
· Apakah anda memakai TV layar lebar, Plasma TV, proyektor?
· Apakah ruangan berfungsi hanya untuk home theater saja? Audio saja? Atau multi fungsi termasuk ruang keluarga, main game dsb?

6. Perhitungan akhir karakter gema ruangan

Setelah melakukan perencanaan diatas lakukan kalkulasi final karakter gema ruang setelah pemakaian akustik.

Pertama: Hitung volume ruangan anda
Kedua: Buat tabel luas permukaan dinding/lantai/langit-langit
Ketiga: Buat tabel luas permukan x koefisien pantulan tiap bahan
Keempat: Buat grafik karakter gema ruangan

Check List point 6:
· Apakah dengan perencanaan akustik karakter pantulan ruangan mendekati flat? Artinya tiap frekuensi sama besar dengan nilai perlambatan yang mendekati sama?

7. Perencanaan Kerja dan pengerjaan

Setelah itu masuk dalam perencanaan kerja. Jadwal kerja, tanggung jawab kerja, kontrol dsb.

Check List point 7:
· Berapa budget yang dibutuhkan? Apakah sesuai dengan rencana?
· Berapa lama waktu yang dibutuhkan?
· Siapa yang mengerjakan?
· Bagaimana kontrol point untuk tiap tahap kerja?
· Bagaimana perencanaan perkabelan di ruangan tersebut?

8. Pemasangan

Setelah selesai pengerjaan akustik sekarang tiba saatnya anda memasang peralatan.

Check List point 8:
· Apakah peralatan sudah dipasang dengan benar?
· Apakah posisi sudah rapih?
· Apakah kabel telah dicolok dengan benar?

9. Uji Coba dan Fine Tuning

Setelah alat dipasangkan dengan benar. Tiba saat nya uji coba peralatan.

Check List:
· SPL dari tiap speaker yang seragam diposisi duduk.
· Delay time dari tiap speaker
· Pengaturan perletakan speaker sehingga dicapai posisi suara “out of the box”
· Melakukan beberapa trik fine tuning yang dapat dipelajari dari teman – teman sehobi.

Dikarenakan ruang tulis yang terbatas dan kombinasi ruangan/perangkat yang sangat beragam tidak mungkin rasanya untuk menuliskan semuannya. Untuk yang berminat mendapat info yang lebih lengkap kami bersedia membantu anda, silakan datang ke VOKUZ untuk mendapat info yang lebih lengkap.

salam,
Herwin Gunawan

Leave a Comment more...

Hadi – home theater dan karaoke

by Laalaa on Jun.05, 2009, under VDG Home Theater Portofolio

Bapak Hadi seorang pengusaha pelayaran sukses yang kelihatan masih sehat bugar dan berenergi walaupun sudah beumur 77 tahun. Rahasianya menurut beliau adalah kedisiplinannya berolah raga tai-chi setiap pagi dari hari senin – jumat sebelum masuk kantor yang berlokasi di gedung perkantoran WTC – Sudirman. Sebenarnya beliau sudah lama memimpikan sebuah ruangan hiburan dirumahnya yang bisa dinikmati bersama anak dan cucunya.

Setelah mengkonsultasikan harapannya, kami datang ke rumah beliau untuk melakukan analisa permasalahan akustik pada ruangan tersebut. Setelah melakukan beberapa perhitungan dan simulasi kami menawarkan sebuah design yang cocok dengan keinginan beliau.

Solusi akustik yang dipasangkan pada ruangan beliau adalah:
1. Wall Suspension berbahan dasar Acourete Mat Resin yang berfungsi mengisolasi kebocoran suara dari luar masuk ke dalam ruang tersebut. Selain berfungsi sebagai sebagai isolator wall suspension juga berfungsi sebagai bass trap dan meminimalkan gema yang tidak diharapkan. Hasilnya adalah nuansa ruangan yang bersih.
2. Diatas wall suspension dipasangkan acourete board yang dibungkus bahan fabric berkualitas. Acourete Board meredam suara pantulan awal dari speaker front, center dan surround serta speaker karaoke.
3. Untuk mendapatkan sebaran frekuensi mid-high pada bagian dinding depan dan belakang kami pasangkan beberapa panel diffuser.
4. Tetapi setelah dilakukan uji coba ternyata ruangan tersebut masih terasa gulungan bass. Untuk itu pada sudut depan
ruangan kami pasangkan sepasang Acourete corner correction.

hadi-tomang

Hola ….Pak Hadi sangat puas dengan performa ruang home theater dan karaokenya. Kini Pak Hadi rajin berkumpul dengan keluarga dan teman – temanya.

Leave a Comment :, more...

Speaker Placement

by wira on Jun.04, 2009, under Home Theater Advice

 

Langkah pertama untuk membangun Home Theater (bioskop rumah) adalah dengan membangun ruangan-nya. Sound Treatment dapat di-aplikasi-kan mulai dari pemilihan lantai, komposisi dinding, sampai bagian langit-langit.

Tapi bila ruangan home theater sudah jadi dan tidak ada rencana untuk renovasi, atau lokasi bioskop rumah adalah di ruang keluarga (living room), maka langkah perbaikan (improvement) paling mudah dan paling efektif yang bisa dilakukan adalah dengan mengatur tata letak speaker (speaker placement).

 

Lingkaran Petunjuk Penempatan 5 Speaker Home Theater

Lingkaran Petunjuk Penempatan 5 Speaker Home Theater

 

 

Tata Letak Speaker

Dengan munculnya tayangan HD (high Definition), International Telecommunications Union Radiocommunications Assembly (ITU-R) atau International Radio Consultative Committee (CCIR), sebagai salah satu agency dari United Nations, diberi tugas untuk mempelajari dan membuat rekomendasi untuk digital cinema.

Mengapa lingkaran ITU-R ini sebaik-nya di-ikuti sebagai tata letak speaker ? Jawabannya sederhana, karena banyak studio perekaman, melakukan rekaman suara 5.1 sesuai dengan rekomendasi lingkaran ITU-R ini. Sehingga dengan mengikuti rekomendasi ini, tata letak speaker akan mendekati posisi microphone dari perekaman suara.

Komponen inti dari rekomendasi ITU-R adalah susunan penempatan loudspeaker yang terdiri dari 3 loudspeaker depan yang dikombinasikan dengan 2 loudspeaker belakang. Seperti terlihat pada gambar, susunan loudspeaker ditempatkan pada busur lingkaran, sudut speaker kiri dan kanan adalah 30? terhadap garis yang dibentuk speaker center dan titik dengar. Dengan kata lain, 3 buah loudspeaker depan memiliki jarak yang sama dengan posisi penonton.

Sebagai contoh, jika speaker center tidak dapat diletakkan di belakang layar, di-rekomendasikan untuk menunda (delay) sinyal suara dari speaker kiri dan kanan, sehingga semua sinyal dapat mencapai titik dengar dalam waktu bersamaan. Hal menarik yang patut dicatat, untuk kepentingan lip sync (sinkronisasi gerakan bibir dan suara), rekomendasi menyebutkan bahwa sinyal suara tidak boleh dipercepat lebih dari 20 mili detik atau ditunda (delay) lebih dari 40 mili detik.   

 

Penempatan 3 Speaker depan : Kiri - Tengah - Kanan

Penempatan 3 Speaker depan : Kiri - Tengah - Kanan

Setiap speaker depan harus memiliki tinggi yang sama dengan posisi referensi (sekitar 1,2 meter)

Parameter

Unit/Kondisi

Nilai

Lebar dasar

B [m]

2–3 m

Sudut dasar

[°]

Referensi kiri/kanan 60°

Jarak titik dengar

D [m]

= B

 

Tinggi Speaker

Tinggi Speaker

Speaker surround juga harus berada dengan jarak yang sama dari titik dengar dan memiliki sudut 110° ±10° dari garis referensi.

Ada satu lagi speaker yang harus ditempatkan dalam ruangan home theater : Subwoofer !! Penempatan speaker yang menghasilkan frekuensi rendah ini banyak mengundang pertanyaan dan agak banyak membutuhkan langkah pengamatan kondisi ruangan dan tips khusus… Artikel selanjutnya akan khusus membahas tentang penempatan subwoofer dalam ruangan. (Wira

Leave a Comment : more...

Jeremy Kipnis – The Best Home Theater in the World

by Herwin Gunawan on Jun.02, 2009, under Best Home Theater

Shock and awesome: A $6 million home theater

This is the Kipnis Studio Standard.

(Credit: Robert Wright)

If your typical high-end home theater with rows of plush seats, velvet wallpaper, and popcorn machines offers Cadillac levels of performance and luxury, then Jeremy Kipnis’ $6 million ultimate home theater is more like a fire-breathing Ferrari 599 GTB Fiorano, the fastest production Ferrari ever built.

This home theater is all about aggressively advancing the state of the art of picture and sound presentation. Yes, it’s comfortable and beautiful, but its prime directive is a quest for the very best. Nothing, and I mean nothing, is overlooked. Kipnis won’t settle for second best.

The Audiophiliac (left) and Jeremy Kipnis in the KSS.

(Credit: Robert Wright)

Kipnis calls his creation the Kipnis Studio Standard, and if all goes according to plan, wealthy movie industry professionals, actors, directors, and producers will be lining up to commission him to custom-design and build a KSS for them.

Well, I spent some quality time checking out the KSS system and came away from the experience totally dazzled by the ultra-high resolution (4,096 x 2,160) picture from the Sony SRX-R110 Digital Cinema Projector. The uber Sony produces four times the resolution of 1080p image.

Snell THX Music & Cinema Reference LCR-2800 Center-Channel Speakers

(Credit: Robert Wright)

The 8.8 channel audio system is fed by a well-balanced combination of audiophile solid-state and vacuum-tube amplifiers. The KSS is astonishing in the way it delivers power, but with 11,315 very high-quality watts on tap, that’s hardly surprising. The 8.8 channel system uses 16 (!!!) 18-inch subwoofers and that might be why the KSS is easily the most effortlessly powerful home theater I have ever heard. Unlike all of the other high-end home theaters, the KSS was designed to present picture and sound beyond that found in even the finest screening rooms. Kipnis spared no expense to build the very best.

My feature article in the Audio Video Interiors section of the February issue of Home Theater magazine is loaded with great pictures and information about the KSS. Oh, and there’s plenty more at Kipnis-Studios.com.

STEVE  GUTENBERG

Leave a Comment : more...

Jeremy Kipnis – Home Theater Advice

by Herwin Gunawan on Jun.02, 2009, under Home Theater Advice

Jeremy Kipnis’ $6 million home theater caused quite a stir back in February 2008; so much so that he’s now proposing guidelines for others to build a dream home theater for a mere 1 percent of his original price. Kipnis didn’t recommend much in the way of specific brands or models of equipment, just the design goals for a $60,000 ultimate home theater.

Here’s a brief rundown of what you would need to get close to the performance of Kipnis Studio Standard:
All of the speakers must be identical.
The six or seven-channel layout must be completely circular, and all of the speakers but be precisely placed, relative to the center point of the circle.
Seating must be arranged to be near the center of the theater, and acoustically vetted for the room.
The room must be free of parallel surfaces and acoustically treated.
The speakers should be bi or tri amplified–with a dedicated amplifier channel for each tweeter, midrange, and woofer.
The use of multiple subwoofers, ideally one per channel, would be required to produce the smoothest possible deep bass response.
As far as video is concerned Kipnis’s remarks were limited to the next two sections:
Projected on-screen light levels must be or exceed 48.5 foot-Lamberts, and not deviate on screen by more than +/- 5% across the entire surface. 2K resolution is a bare minimum.
Color space, primaries, and gamma must be able to conform to Rec. 601 (NTSC), Rec. 709. (HDTV), and DCI Theater Standards, and must be thoroughly calibrated for each source media (Blu ray, DVD, cable, etc).
I did manage to get Kipnis to supply one specific recommendation, he likes JVC’s DLA-RS2 projector, which would eat up $8K of the $60K budget.
Is it possible to execute all of the above for $60K? Sounds like a real stretch to me, what do you think?
I’d like to hear from any of you who attempted to build an ultimate home theater and what was required to get the job done.

STEVE GUTENBERG

Leave a Comment : more...

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!

Archives

All entries, chronologically...